Fantastis! 40 Ribu Lebih Warga Tangsel Menganggur

Angka pengangguran di Indonesia cukup tinggi, hingga Februari 2018 saja terdapat 6,87 juta orang. Sebagian besar para pengangguran ini merupakan lulusan SMK. Banyak cara dilakukan pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia, salah satu strateginya dengan mengadakan Job Fair.

Job Fair adalah salah satu cara bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengurangi angka pengangguran. Tidak mudah memang mengatasi pengangguran di Indonesia. Di tahun 2018 angkanya cukup tinggi 6,87 sementara di 2017 ada 7,01 juta orang yang menganggur. Dalam jangka waktu setahun hanya turun 2%. Hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk bisa mengecilkan angka pengangguran.

Jika kita merucut kan angka dari setiap kota-kota kecil di Indonesia angka pengangguran terus meningkat. Seperti salah satu kota penyangga ibukota yakni Tangerang Selatan angka pengangguran pada 2017 mencapai 43120 orang. Angka ini pastinya bertambah seiring dengan kelulusan SMA dan SMK di Tangsel.

“Ditambah masyarakat urban yang datang dari berbagai daerah pasca lebaran, di prediksi jumlah penagngguran meningkat lima ribu orang di 2018” ungkap ketua Dinas Tenaga Kerja Tangerang Selatan, Purnama Wijaya dalam kegiatan Jobfair di Tangerang Selatan Rabu (18/07/2018).

Purnama menyebutkan dengan kegiatan Job Fair ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di kota Tangsel. Job Fair berlangsung selama 3 hari dari 18-20 Juli 2018 menyediakan lowongan kerja hingga 10 ribu lowongan dari 50 perusahaan.

Purnama juga berharap, dengan adanya Job Fair bisa mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan di Tangsel. “Kita juga berharap yang datang saat ini (Ke Job Fair) bisa mendapatkan pekerjaan,” lanjut Purnama.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap perusahaan yang ikut andil dalam Job Fair kali ini bisa mendapatkan tenaga kerja profesional dan bisa membuka investasi di Tangsel bagi para pengusaha.

Sulitnya Mencari Kerja

Tampaknya Job Fair menjadi pilihan para pencari kerja. Terbukti dari ribuan pencari kerja yang hadir dalam Job Fair di Tangsel kali ini. Bahkan para pencari kerja ini mengaku kesulitan mencari kerja, padahal mereka sudah melamar di puluhan perusahaan.

Seperti Yogi salah satu pelamar kerja asal Serpong yang sedang mencari peruntungan di Job Fair kali ini. “Semenjak lulus, saya belum mendapatkan pekerjaan. Padahal sudah melamar ke berbagai perusahaan, tapi mungkin belum rezeki,” kata Yogi ditemui ketika sedang melihat-lihat stand berbagai perusahaan.

Hal ini juga diakui oleh Tri Yuni, wanita cantik lulusan D3 jurusan Komputer Akuntansi ini pun hadir di Job Fair untuk mencari lowongan yang cocok dengan background pendidikannya. “Saya sudah melamar ke berbagai tempat, termasuk perusahaan besar. Melamar via online pun sudah dilakukan, ada kesempatan disini saya coba kesini, mungkin ada rejekinya disini,” kata Tri Yuni saat sedang berburu pekerjaan di Job Fair.

Yogi dan Tri Yuni hanyalah dua orang yang berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan mereka. Namun mereka merasa bahwa mencari pekerjaan sangat sulit. Harapan keduanya, Pemerintah bisa menyediakan lebih banyak lagi lowongan pekerjaan. Agar semakin banyak penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Enggan Berbisnis

Demi bisa memiliki penghasilan setelah lulus sekolah ataupun kuliah, sebagian besar fresh graduate lebih memilih untuk mencari pekerjaan ketimbang membangun bisnis. Banyak yang beranggapan bahwa membangun bisnis merupakan hal yang sulit. Bahkan banyak berbisnis harus dibangun dengan modal materi.

Ketika ditanya kepada para pencari kerja yang mencari peruntungan di Job Fair mengenai membangun bisnis. Mereka hanya menjawab “Belum ada modal, jadi belum bisa bangun bisnis,” terang salah satu peserta yang datang ke Job Fair.

Bahkan pencari kerja lainnya ketika ditanya tentang bisnis, mereka menjawab belum terpikir untuk membangun bisnis. Mereka lebih milih untuk mencari pekerjaan dahulu. Padahal, peluang menjadi entrepreneur di Indonesia masih terbuka sangat lebar.

Strategi Pemerintah

Untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia, pemerintah melalui Disnaker tidak hanya fokus memberikan lowongan kerja kepada masyarakat. Tetapi pemerintah juga memberikan berbagai pelatihan untuk melatih jiwa kewirausahaan masyarakat demi meningkatkan taraf hidup mereka yang belum memiliki pekerjaan.

Seperti halnya Disnaker Tangsel memiliki strategi dalam mengurangi jumlah pengangguran seperti mengadakan berbagai pelatihan. “Selain Job fair, kita (Disnaker Tangsel) juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan,” pungkas Purnama.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Disnaker Tangsel seperti pelatihan service mobil, otomotif, stir mobil, service handphone, pelatihan menjahit, hingga pelatihan desain grafis pun dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran.

Pelatihan-pelatihan tersebut dilakukan Pemerintah Tangsel agar para pengangguran di Tangsel bisa menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari lowongan kerja. Tentunya ini juga salah satu cara melatih pengangguran untuk memiliki jiwa wirausaha.

Sebenarnya untuk mengentaskan pengangguran cukup banyak cara. Salah satu caranya adalah dengan memberikan mereka lowongan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Salah satunya bergabung dengan penjualanresmiaccurate.com.

Komunitas ini merupakan komunitas bagi para jobless untuk mendapatkan pekerjaan dari berbisnis online. Kenapa harus bisnis online? Karena saat ini ribuan orang telah sukses dari berbisnis online. Disinilah Antijobless.com ingin membantu para jobless di Indonesia agar bisa mengikuti jejak sukses pebisnis online lainnya.

Dengan konsep training learn, fun, dan earn membuat Anda akan mudah mengikuti program Antijobless.com. Saat ini Antijobless.com sudah bekerjasama dengan developer software akuntansi ternama di Indonesia yakni Accurate. Dan telah melahirkan ratusan pebisnis-pebisnis sukses di Indonesia.

Tunggu apa lagi? Gabung saat ini di Agent ABC MM dapatkan benefit mumpuni dari Antijobless.com seperti alumni-alumni Antijobless.com yang telah sukses dan memiliki penghasilan besar meskipun kerjanya dengan waktu fleksibel. Saatnya Anda mengikuti kesuksesan mereka!

By |2018-07-21T09:34:35+00:00Juli 21st, 2018|Article|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d blogger menyukai ini: