7 Kesalahan yang Membuat Bisnis Gagal

Kegagalan dalam berbisnis merupakan hal yang paling ditakutkan bagi para pengusaha, sehingga banyak masyarakat yang masih takut untuk memulai bisnis mereka. Sering kita dengar bahwa pengusaha atau wirausaha itu merupakan orang-orang hebat dan harus berani mengambil resiko, baik atau buruk.

Menurut Small Business Association (SBA) hanya ada sekitar 30 % dari bisnis baru yang gagal pada tahun pertama, lalu sekitar 50% di tahun kelima, 66% dalam sepuluh tahun pertama dan hanya sekitar 15% pengusaha yang dapat menjalankan bisnisnya hingga 15 tahun keatas. Disini terlihat, bahwa konsistensi dalam berbisnis wajib dilakukan oleh setiap pengusaha, jika tidak konsisten bersiaplah untuk mengalami kegagalan bisnis.

Seorang pengusaha, haruslah memiliki bekal ilmu bisnis serta mental yang kuat karena Anda tidak bisa memprediksi akankah bisnis yang dijalani akan berhasil atau malah sebaliknya. Untuk meminimalisir kegagalan yang terjadi dalam bisnis, perlu menjauhi beberapa penyebab yang membuat bisnis gagal. Lalu apa saja penyebab yang membuat bisnis gagal? Yuk kita simak dibawah ini!

1. Tidak membuat perencanaan terlebih dahulu

Dalam dunia bisnis, sebelum memulai bisnis, Anda sebagai pengusaha diwajibkan untuk menyusun Bussiness Plan atau perencanaan bisnis. Hal ini ternyata sangat penting loh bagi kelangsungan bisnis yang akan dijalani, pasalnya dengan perencanaan yang matang dapat meminimalisir masalah-masalah yang akan terjadi pada bisnis. Dengan adanya perencanaan, bisa menganalisis apa yang akan terjadi.

Perencanaan bisnis wajib dilakukan oleh setiap pengusaha. Dengan rencana, Anda akan memiliki arah apa saja yang harus dilakukan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sehingga akan mudah dalam menganalisis setiap hal yang tidak sesuai rencana.

2. Sistem pemasaran yang salah

Promosi adalah ujung tombak dari bisnis, jika bisnis Anda memiliki sistem pemasaran yang salah, bisnis Anda tidak akan berkembang. Ingat, pemasaran ini penting, terkadang banyak pebisnis yang berani mengeluarkan dananya besar-besaran di awal, namun untuk selanjutnya mereka tidak memiliki modal lagi untuk pemasaran.

Aturlah modal pemasaran dengan efektif, jangan sampai Anda terlalu berlebihan dalam mengelola modal usaha, terutama modal untuk pembiayaan pemasaran yang cukup besar. Usahakan untuk menghitung setiap anggaran dengan baik dan benar.

Jika Anda bingung berapa uang yang sudah Anda keluarkan sedari awal, dan Anda hanya mencatat secara garis besarnya saja, bersiaplah. Bersiaplah untuk mengalami kebingungan, karena Anda tidak memiliki pencatatan keuangan yang jelas. Baik itu keuangan promosi dan keuangan operasional.

Modal pemasaran yang telah Anda keluarkan haruslah Anda catat dengan baik dan benar. Anda bisa melakukan pencatatan dengan tepat dan akurat menggunakan aplikasi pembukuan yang tepat dan akurat, yakni Accurate Online. Accurate Online bisa menjadi asisten keuangan bisnis Anda loh. Memudahkan Anda menyusun pembukuan usaha, neraca keuangan, hingga laporan keuangan.

3. Manajemen yang dijalankan tidak sesuai

Dalam berbisnis sangat dianjurkan memiliki manajemen yang baik, baik dalam hal produksi, pemasaran, keuangan dan masih banyak lagi. Jika Anda menjalankan bisnis dengan manajemen yang sesuai alias tidak asal asalan, bisnis yang kita jalankan pun akan lancar dan bahkan bisa bertahan hingga kurun waktu yang tidak sebentar. Namun jika tidak memiliki manajemen yang baik, bersiaplah untuk mengalami kegagalan.

Kuncinya, janganlah hanya fokus terhadap keuntungan saja namun juga harus dibarengi dengan kualitas produk dan layanan jasa yang diberikan harus menjadi kepuasan pelanggan.

Termasuk kualitas manajemen keuangan bisnis Anda pun harus diperhatikan. Jangan sampai Anda tidak melakukan manajemen keuangan yang baik. Tak perlu khawatir, saat ini manajemen keuangan bisnis serahkan saja kepada Accurate Online.

Accurate Online merupakan aplikasi pembukuan yang cocok untuk berbagai jenis usaha skala UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Aplikasi ini memiliki fitur sederhana, user friendy, dan sangat mudah digunakan oleh siapapun, meski tidak mengerti akuntansi sama sekali.

4. Pemilihan pegawai yang tidak sesuai

Ketika berbisnis, Anda pasti memilih untuk menjalankannya sendiri terlebih dahulu tanpa mengandalkan pegawai karena hal ini dapat meminimalisir modal yang dikeluarkan. Tetapi jika bisnis Anda adalah bisnis sampingan dan tidak ada yang mengurus, Anda sudah pasti harus merekrut pegawai.

Pemilihan pegawai dalam bisnis turut menentukan kemajuan bisnis, oleh sebab itu untuk memilih pegawai pun haruslah sesuai. Sebelum membuka rekrutmen, ada baiknya menjelaskan terlebih dahulu apa saja yang pegawai tersebut akan kerjakan. Dan berilah pegawai tersebut penjelasan mengenai visi misi usaha yang Anda bangun.

5. Terlena dengan keuntungan

Hal terakhir yang menjadi penyebab bisnis gagal adalah terlena dengan keuntungan atau pendapatan dari hasil bisnis tersebut. Tidak sedikit pengusaha yang ingin mendapatkan keuntungan berlipat dan tertarik untuk kemudian menghabiskan keuntungan tersebut untuk kepentingan pribadi tanpa berpikir jangka panjang bagi bisnisnya.

Ingatlah, keuntungan bisnis bukan untuk Anda nikmati semua. Tetapi dari keuntungan itu Anda harus bisa membagi-bagi, bukan hanya sekedar untuk keuangan pribadi Anda saja. Melainkan juga untuk pengembangan bisnis Anda ke depannya. Banyak kegagalan bisnis yang terjadi disebabkan terlalu mengejar keuntungan.

Bukan berarti Anda tidak boleh mencicipi keuntungan yang Anda dapatkan. Melainkan Anda harus berani untuk menggaji diri Anda sendiri. Jadi, bukan berarti keuntungan bisnis bisa Anda cicipi semuanya. Namun Anda harus bisa menggaji diri Anda sendiri.

Buatkan juga rekening khusus bisnis. Dan jangan Anda campur dengan keuangan pribadi. Pisahkan semuanya, dan Anda harus mengetahui peruntukan keuangan bisnis untuk apa saja. Jangan sampai Anda gunakan untuk keperluan pribadi yang tidak penting.

6. Target yang Tidak Realistis

Ketika Anda memulai bisnis, Anda pastinya memiliki target keuntungan yang ingin Anda raih. Tapi ingat, jangan sampai Anda memulai bisnis dengan target yang tidak realistis. Sebagai pengusaha Anda harus bisa menentukan target yang realistis. Yang mana target tersebut bisa diukur, dan target waktu yang spesifik. Jika target tidak realistis, bisnis Anda bisa gagal.

7. Gampang Frustasi

Banyak pebisnis yang memiliki target keuntungan dan penjualan yang dilakukan. Terkadang jika ini tidak tercapai, sih pengusaha mengalami frustasi. Banyak kegagalan bisnis karena pengusaha mengalami frustasi. Sebagai pengusaha memang kita harus memiliki target, tetapi jangan terlalu muluk-muluk. Jika target tidak tercapai, hal itu bisa membuat Anda menjadi frustasi.

Cukup banyak penyebab kegagalan bisnis yang sering dialami oleh para pengusaha, terutama pengusaha pemula. Ketika Anda memulai usaha, usahakan Anda fokus menjalankan usaha terlebih dahulu dan mencari basis konsumen. Dengan begitu, bisnis Anda bisa terhindar dari kegagalan.

By |2018-08-15T13:43:17+00:00Agustus 15th, 2018|Article|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d blogger menyukai ini: