4 Teknik Jitu Membuat Iklan Soft Selling untuk Pemasaran yang Bikin Pelanggan Klepek-Kelepek

Soft Selling

Promosi bisnis yang gencar sering dianggap sebagai teknik marketing yang ampuh dalam sebuah bisnis. Teknik promosi yang gencar dikenal dengan istilah hard selling. Menyebut nama produk atau jasa terus-menerus atau mencetak brosur dan spanduk adalah teknik hardselling yang paling sering dilakukan.

Kini, ada pula movie placement yang memungkinkan suatu produk diiklankan di tengah-tengah acara TV atau tayangan film bioskop. Bahkan di transportasi umum seperti kereta api, busway, dan sebagainya.

Sebenarnya, hard selling tak selalu efektif menarik minat masyarakat. Justru banyak masyarakat yang bosan dan malas menyimak iklan-iklan berlebihan tentang suatu produk atau jasa. Kini, sudah waktunya Anda menerapkan konsep soft selling untuk urusan marketing bisnis.

Karena teknik promosi kekinian ini tak sekadar efektif untuk memasakan produk atau jasa. Tetapi juga dapat membantu bisnis Anda membangun personal branding yang kuat. Bagaimana tekniknya, simak dibawah ini!

Menentukan Gaya Promosi sesuai dengan Target Pasar

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memulai soft selling adalah mengklasifikasikan target pasar. Teknik promosi untuk generasi milenial dan generasi Z, ibu rumah tangga, serta masyarakat berusia paruh baya tentu berbeda.

Klasifikasi target pasar akan membantu Anda menemukan ide promosi yang tepat. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam promosi tersebut bisa diterima dengan baik oleh target pasar Anda. Serta Anda bisa menentukan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar Anda.

Menyisipkan Promosi dalam Konten Berkualitas

Konten berkualitas adalah salah satu kunci kesuksesan teknik soft selling. Jika masyarakat kesulitan menemukan unsur promosi dalam konten Anda, berarti konten tersebut bisa disebut sukses.

Anda tak perlu terus-terusan menyebutkan nama produk atau jasa dalam setiap konten promosi. Karena hal tersebut hanya akan membuat masyarakat merasa bosan. Contohlah iklan-iklan yang berasal dari luar negeri, yang hanya menampilkan logo atau menyorot satu jenis produk mereka tanpa menyebut merek.

Sisipkan promosi seminimal mungkin di dalam sebuah konten berkualitas. Misalnya, suatu brand pembalut yang mengedukasi kaum wanita dewasa tentang fakta-fakta kesehatan organ reproduksi wanita. Tanpa menyebut merek secara gamblang, kaum wanita yang menjadi target pasar pun pasti memahami maksud yang ingin disampaikan dalam konten tersebut.

Membuat Campaign yang Saling Berhubungan Satu Sama Lain

Campaign yang saling berhubungan satu sama lain biasanya akan membuat masyarakat penasaran menyimak kelanjutannya. Contohnya, suatu brand produk makanan yang pangsa pasarnya berupa keluarga.

Soft Selling

Brand tersebut bisa membuat konten-konten menarik yang saling berkaitan di hari ayah, hari ibu, hari anak, dan hari keluarga nasional. Sehingga kesan soft selling-nya akan semakin kuat dan mampu memberikan nilai-nilai istimewa bagi pemirsanya.

Menyiapkan Mini Web Series

Banyak pebisnis beranggapan bahwa masyarakat tidak betah menyimak iklan yang berdurasi panjang. Faktanya, iklan-iklan Thailand yang berdurasi lebih dari 3 menit justru sangat disukai. Karena banyak nilai kehidupan dan sisi humor yang ditampilkan dalam iklan-iklan tersebut.

Salah satu teknik soft selling yang sedang menjadi tren adalah mini web series. Tampilan iklan berbentuk mini drama berdurasi kurang dari 10 menit ternyata mampu menarik perhatian pengguna internet. Penggarapannya pun wajib dilakukan secara serius agar hasilnya profesional dan berkesan.

Melakukan soft selling memang bukanlah hal mudah. Karena semua harus dipikirkan secara matang untuk benar-benar menemukan target yang tepat. Banyak produk yang masih kesulitan dalam menentukan soft selling, dikarenakan kurangnya kreatifitas.

Nah saatnya Anda menyiapkan ide-ide segar yang bisa digunakan untuk meraih konsumen yang tepat untuk bisnis Anda. Jangan sampai Anda salah ide dan konten, bukan membuat produk Anda semakin terkenal malah produk Anda semakin di jauhi oleh konsumen-konsumen potensial.

By |2018-11-28T16:09:12+00:00November 28th, 2018|Article|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: